Tigor Abadi Pijarkan Matahari

Melangkah Untuk Mencari Arti Kehidupan Yang Sebenarnya

Spelling Alphabetic Internasiol 23 Februari 2011

Filed under: Sebuah Pengetahuan — Tigor Abadi Pijarkan Matahari @ 5:01 PM

A : Alpha
B : Bravo
C : Charlie
D : Delta
E : Echo
F : Foxtrot (ada juga yang menggunakan “Fanta”)
G : Gulf (ada juga yg menggunakan :”Golf”)
H ; Hotel
I : India
J : Juliet
K : Kilo
L : Lima
M : Mike, ada juga yg menggunakan “Mama”
N : November
O : Oscar
P : Papa
Q : Quebec, ada juga yg menggunakan “Query”
R : Romeo
S : Sierra, ada juga di Indonesia yg menggunakan “Semarang”
T : Tango
U : Uniform
V : Victor, Victory
W : Whisky
X : X-Ray
Y : Yankee
Z : Zulu

 

Bagi Hawking, Dalil Ilmiah adalah “Tuhan” 6 September 2010

Filed under: Sebuah Pengetahuan — Tigor Abadi Pijarkan Matahari @ 1:32 AM

Teori fisikawan terkemuka, Stephen Hawking, bahwa Tuhan tidak ada sangkut pautnya dengan penciptaan alam semesta telah mengundang reaksi keras dari kaum rohaniwan di Inggris. Menurut mereka, teori Hawking itu tidak bisa diterima sebagai kebenaran apalagi sampai mengusik keimanan orang lain.

Kepala Gereja Kristen Anglikan, Rowan Williams, tidak bisa menerima argumen Hawking bahwa alam semesta bisa tercipta tanpa campur tangan Tuhan. Menurut Williams, manusia sejak dahulu percaya bahwa Tuhan menciptakan semesta.

“Percaya kepada Tuhan bukan sekadar mengisi kekosongan dalam menjelaskan bagaimana suatu hal terkait dengan hal lain di dalam alam semesta,” kata Williams dalam majalah “Eureka” terbitan harian The Times.

“Kepercayaan itulah yang menjelaskan bahwa ada suatu unsur yang pintar dan hidup dimana segala sesuatu pada akhirnya bergantung pada keberadaannya,” lanjut Williams yang komentarnya juga dikutip laman harian The Telegraph, Jumat 3 September 2010.

“Ilmu fisika dengan sendirinya tidak akan menjawab pertanyaan mengapa ada ketimbang tiada,” lanjut Williams. Dia mengritik pernyataan Hawking bahwa,”Karena ada hukum seperti gravitasi, alam semesta bisa dan akan tercipta sendiri.”

Williams pun tidak habis pikir dengan pernyataan ilmuwan berusia 68 tahun itu bahwa “Kreasi yang spontan merupakan alasan mengapa ada ketimbang tiada, mengapa alam semesta ada, mengapa kita ada.”

Selain Williams, kritik juga muncul dari pemuka agama lain, seperti Pemimpin Gereja Katolik Roma di Inggris, Lord Sacks, dan Ibrahim Mogra, Ketua Dewan Muslim Inggris. Kepada The Times, Lord Sacks menilai bahwa ilmu pengetahuan merupakan suatu penjelasan, sedangkan agama adalah menyangkut tafsiran.

Melalui buku barunya yang akan terbit 9 September mendatang, “The Grand Design,” Hawking mementahkan keyakinan Isaac Newton – dan juga pandangan Hawking sendiri – bahwa jagat raya termasuk Bumi terbentuk akibat campur tangan ilahi.

Dalam ringkasan buku yang pertama kali diterbitkan harian Inggris, The Times, Hawking menantang teori Newton bahwa alam semesta pastinya didesain oleh Tuhan karena tidak mungkin muncul dari fenomena chaos. Buku terbaru itu ditulis Hawking bersama fisikawan Amerika, Leonard Mlodinow.

Bukan kali ini saja Hawking mengesampingkan konsep Tuhan dalam mengemukakan teorinya. Dalam wawancara dengan stasiun televisi Inggris, Channel 4, Juni lalu, Hawking mengaku tidak percaya bahwa ada Tuhan secara “personal.”

“Pertanyaannya adalah, apakah demikian caranya alam semesta mulai dipilih oleh Tuhan bagi alasan-alasan yang kita tidak bisa pahami, atau apakah itu ditentukan oleh suatu dalil ilmiah?” Saya percaya yang kedua,” kata Hawking saat itu dalam program acara “Genius of Britain.”

“Bila kalian mau, kalian bisa menyebut dalil-dalil ilmiah itu ‘Tuhan.’ Namun bukan seperti suatu Tuhan yang personal yang bisa kalian temui dan kalian tanya,” lanjut Hawking.

 

Pembangkit Tenaga Pasang Terbesar di Dunia 16 Agustus 2010

Filed under: Sebuah Pengetahuan — Tigor Abadi Pijarkan Matahari @ 2:21 PM
Turbin pembangkit listrik tenaga pasang The Atlantis Resources AK1000

Pembangkit listrik tenaga pasang air laut terbesar di dunia telah selesai dibangun. Pembangkit bernama AK1000™ ini segera akan dipasang di Pusat Energi Laut Eropa (EMEC) di Orkney, Skotlandia, pada musim panas ini.

Pembangkit yang dibuat Atlantis Resources Corporation (“Atlantis”) ini dibangun lebih dari sepuluh tahun. Saat ini, turbin tersebut masih berada di pusat rekayasa Isleburn.

Mesin yang memiliki rotor berdiameter 18 meter, berat 1.300 ton dan tinggi 22,5 meter ini diperkirakan bisa menghasilkan 1 megawatt di kecepatan air 2,65 meter per detik. Dengan begitu, turbin ini bisa memberikan cukup listrik untuk lebih dari 1.000 rumah.

Turbin didesain bisa tahan terhadap cuaca buruk dan keras laut terbuka di Skotlandia. Meski begitu, mesin ini diklaim ramah linkungan karena berkecepatan rendah dan menghasilkan listrik yang stabil dan berkelanjutan.

“Pembangunan AK1000™ adalah lompatan penting, bukan saja bagi Atlantis, namun untuk industri energi kelautan di Inggris Raya,” kata CEO Atlantis, Timothy Cornelius, seperti dilansir laman resmi Atlantis. “Turbin ini kulminasi kerja, dedikasi dan keyakinan 10 tahun dari rekan, staf, direktur dan pemegang saham,” ujar pimpinan perusahaan yang bermarkas di Inggris dan Singapura itu, Kamis 12 Agustus 2010.

AK1000™ dibangun Soil Marine Dynamics di Newcastle, Inggris. Struktur dasar gravitasi dan mesinnya disempurnakan di Isleburn Engineering, anggota dari Global Energy Group. Baja turbin datang dari Corus’ Scunthorpe.

Energi pasang berbeda dengan energi ombak. Energi ombak mengambil gerak vertikal ombak, sementara energi pasang mengambil energi tarikan dan dorongan yang ditimbulkan gaya gravitasi bulan dan matahari. Energi pasang ini diperkirakan memiliki energi kinetik 350 kilometer per jam. Pembangkit tenaga pasang ini sangat ramah karena tak harus memblokir jalur air sehingga meminimalkan dampak lingkungan.

 

Batik Motif Geomotric dan Non Geometric 29 Juli 2010

Filed under: Sebuah Pengetahuan — Tigor Abadi Pijarkan Matahari @ 4:52 PM

Batik: Geometric Motif

Jangan ngaku orang Indonesia kalo ngga kenal yang namanya Batik. Batik merupakan warisan budaya yang adi luhung. Kain khas Indonesia ini (asli Indonesia loh! BUKAN Malaysia) sudah terkenal hingga ke manca negara. Menurutku, keindahan batik ini salah satunya karena keindahan design/polanya. Ada macam-macam pola batik, baik yang tradisional maupun modern. Untuk pola batik tradisional antara lain seperti yang bisa dilihat di gambar atas (merupakan pola batik geometris)

Baris atas, dari kiri adalah pola batik Sidomukti, trus yang tengah Gagak Seta (ada hubungannya ma burung gagak ngga ya?!) ‘n yang pinggir kanan, yang gambar bunga-bunga kecil itu namanya Tanjung Gunung. Sedangkan pada baris kedua, dari kiri ke kanan berturut-turut adalah: Kawung (aku suka ni pola, sederhana tapi bagus juga), Abimanyu (kok kaya’ nama tokoh pewayangan ya?!) ‘n Semar Mesem (Semar tu salah seorang tokoh punakawan dalam cerita wayang, sedangkan Mesem tu dalam bahasa Indonesia artinya tersenyum. Jadi… Semar yang lagi tersenyum. Lahh… bingung aku, apanya yang kaya Semar lagi tersenyum?! Au ahh… tanya aja ma penciptanya). Di baris ketiga adalah pola batik Gringing (Gringing apa Grinjing ya?! Atau jangan-jangan malah bukan dua-duanya. Waduh!!) Mohon maaf, untuk nama yang satu ini perlu aku konfirmasi dulu, ‘coz tulisannya ngga jelas, jadi mungkin ada kesalahan. Atau barangkali ada yang tau nama pola batik yang satu itu?!

Selain pola-pola tsb, masih banyak lagi pola yang lain. Maklumlah aku bukan ahli perbatikan, jadi ngga bisa nulis panjang lebar tentang batik. Pengetahuan yang cuma sedikit ini aja aku dapat waktu dolan ke Museum Sonobudoyo. Pinginnya kapan-kapan bisa maen ke Museum Batik, biar dapat informasi yang lebih banyak. ‘n pinginnya lagi bisa sekalian kursus membatik, kaya’nya aseek tuch.

Batik: Non Geometric Motif

Masih tentang pola batik, berikut ini adalah contoh-contoh pola batik yang non geometris. Baris atas, dari kiri ke kanan, Peksi Dares (dalam bahasa Indonesia, peksi artinya burung. Kalo dares apa yach?! Aku ngga tau hehehe…). Selanjutnya adalah Imo Krenda ‘n Kelengan. Trus di baris bawah, dari kiri ke kanan: Jago Cirebonan (ini motif batik Cirebon. Setauku, batik ada yang dari Pekalongan, Yogyakarta, Surakarta/Solo, Cirebon, Lasem). Di sebelah Jago ada Semen Gurdho, trus Kapal Api (bisa dilihat khan bentuk kapalnya?! Itu yang di bagian atas itu lohh). Tentunya masih banyak lagi pola-pola yang lain, selain yang disebutin di atas. Memang bangsaku adalah bangsa yang kreatif…

 

Alasan Jangan Minum Obat dengan Sendok Biasa 19 Juli 2010

Filed under: Sebuah Pengetahuan — Tigor Abadi Pijarkan Matahari @ 12:39 AM

Selama ini obat dalam bentuk sirup untuk anak atau dewasa, sering diberikan dengan menggunakan sendok teh atau sendok kecil. Hal ini ternyata berisiko menimbulkan overdosis obat pada anak.

Menurut penelitian tim dari Alfa Institute of Biomedical Sciences di Athena, Yunani, sendok teh memiliki beragam ukuran dari 2,5 ml hingga 7,5 ml. Jika memberikan obat dengan takaran sendok teh atau sendok lainnya, artinya anak-anak bisa mengonsumsi obat dengan dosis tidak akurat. Maka itu, sangat disarankan menggunakan sendok takar khusus dengan petunjuk ukuran untuk memberikan obat.

Orangtua juga juga harus berkonsultasi tentang kemasan obat untuk memastikan anak diberikan dosis yang tepat sesuai usia mereka. Tim meneliti 49 sendok teh yang dikumpulkan dari 25 rumah tangga.

Dari penelitian diketahui para orang tua menggunakan salah satu sendok teh terbesar untuk anak, akan memberikan 192 persen obat lebih banyak dibandingkan yang menggunakan sendok teh terkecil. Beberapa sendok ukurannya dua kali lebih besar dari yang lain.

Penelitian yang dipublikasi dalam International Journal of Clinical Practice, mengungkapkan, tidak hanya ada risiko overdosis, namun beberapa anak dapat diberikan obat-obatan dalam dosisi yang terlalu sedikit. Akibatnya, penyakit yang diderita bisa tak kunjung sembuh.

“Sendok teh dan sendok makan bukan peralatan yang tepat untuk menakar dosis obat. Keduanya dalam waktu dekat tidak akan direkomendasikan lagi,” kata salah seorang peneliti, profesor Matthew Falagas, seperti dikutip dari Daily Mail.

“Kami menemukan variasi ukuran sendok di banyak rumah tangga. Dosis dan pemberian obat untuk anak-anak berbeda dari orang dewasa. Para dokter anak perlu menyesuaikan dengan umur dan berat badan. Hal ini memang membuat anak-anak dianggap lebih rentan terhadap kesalahan dosis daripada orang dewasa,” katanya menambahkan.

 

Bintang Ini 20 Kali Lebih Besar dari Matahari 16 Juli 2010

Filed under: Sebuah Pengetahuan — Tigor Abadi Pijarkan Matahari @ 3:51 AM

Suatu teleskop luar angkasa berhasil memotret sekumpulan bintang yang berada di galaksi lain. Salah satunya adalah sebuah bintang muda yang diyakini berukuran 20 kali lebih besar dari matahari.

Demikian ungkap ilmuwan yang bekerja sama dengan peneliti dari Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Peneliti NASA, Stefan Kraus dan astronom dari Universitas Michigan, Ann Arbor, mengungkapkan bahwa penemuan itu dalam rangka meneliti bagaimana bintang-bintang besar lahir di jagat lain.

Seperti dikutip di laman resmi NASA, Rabu 14 Juli 2010, Kraus mengungkapkan bahwa Teleskop Luar Angkasa milik NASA, Spitzer, berhasil merekam gambar suatu bintang yang dinamakan IRAS 13481-6124. Gambar dari Teleskop Spitzer itu juga didukung oleh pantauan dari stasiun teleskop di Chile.

Bintang itu berlokasi di konstelasi Centaurus, yang berjarak 10.000 tahun cahaya. Massa IRAS 20 kali lebih besar dari matahari. “Ini merupakan kali pertama benda seperti itu bisa terpantau,” kata Kraus.

Melalui pencitraan Spitzer, para peneliti juga menyaksikan bahwa bintang itu dikelilingi oleh kumpulan gas dan debu sehingga menyerupai cakram. Fenomena seperti juga terjadi pada bintang-bintang yang lain. “Cakram itu sangat mirip dengan apa yang telah kami lihat pada bintang-bintang muda, yang bentuknya lebih kecil, namun tetap saja besar,” kata Kraus.

Menurut dia, gambar dari Spitzer kali ini menghasilkan citra yang lebih jelas dari yang pernah diperlihatkan sehingga membantu para ilmuwan untuk memahami lebih baik akan lahirnya bintang di jagat lain.

 

Cocokkan Arah Kiblat Hari Ini

Filed under: Sebuah Pengetahuan — Tigor Abadi Pijarkan Matahari @ 3:32 AM

Jakarta, Tribun – Umat Islam di seluruh Indonesia diimbau untuk menera (mengukur) ulang arah kiblat, Jumat (16/7) hari ini, pukul 17.27 wita. Dalam ilmu falak (astronomi), hari ini dikenal dengan yaum rashdil qiblah (hari untuk mencocokkan arah kiblat), karena matahari tepat berada di atas Kakbah.

Berdasarkan data hisab Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammadiyah, dan Nadhlatul Ulama (NU), yaum rashdil qiblah terjadi hari ini. MUI mengimbau kepada umat Islam dan para pengurus masjid di seluruh Indonesia untuk mencocokkan keakuratan arah ibadah salat.
“Daerah mana pun yang mampu menerima sinar matahari pada jam itu (pukul 17.27 wita), kita bisa menera arah kiblat. Arah lawan bayangan itulah arah kiblat berada, karena jam itu posisi matahari tepat berada di atas Kakbah,” kata Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Niam di Jakarta, Kamis (15/7).
Posisi matahari pada jam itu atau pukul 12.27 waktu Arab Saudi, tepat berada di atas Kakbah berlaku di seluruh dunia. Jika pada bagian Indonesia tengah dan timur pada waktu itu masih bisa menerima sinar matahari, maka masjid-masjid di daerah itu bisa melakukan tera ulang dengan toleransi kurang lebih lima menit.
“Tepatnya 16 Juli dengan waktu toleransi H-2 sampai H+2 juga masih akurat. Toleransi waktu plus minus lima menit masih akurat,” imbuhnya.
“Secara otomatis konsekuensi tentang kiblat kita minta kepada masyarakat Muslim pengurus masjid menera ulang melalukan ijtihad sederhana menentukan arah kiblat,” katanya.
Data terjadinya rashdil qiblat ini, juga diaminkan oleh Lajnah Falakiyah Pengurus Besar (PB) NU. Peristiwa ini akan membantu umat Islam dalam meluruskan arah kiblat dengan cara yang sederhana karena pada momen itu matahari benar-benar berada di atas Kakbah sehingga segala sesuatu yang berdiri tegak bayangannya menuju kiblat. Karenanya, PBNU juga mengimbau umat Islam agar meluruskan arah kiblatnya.
“Harap kaum muslimin dapat memanfaatkan peristiwa ini untuk mengukur arah kiblat di rumah masing-masing, musala, dan masjid setempat,” kata Ketua Lajnah Falakiyah PBNU, KH Ghazalie Masroeri, di Jakarta, kemarin.
Ghazali menambahkan, jika dalam pengukuran ditemukan ada musala dan masjid yang belum lurus arah kiblatnya, tidak perlu memunculkan opsi membongkarnya. “Perlu kami sampaikan berulang kali, apabila belum lurus, jangan dibongkar bangunannya tapi diluruskan safnya saja,” katanya.
Pada momen rashdil qiblah ini, Lajnah Falakiyah PBNU juga mengimbau jajaran lajnah falakiyah di seluruh indonesia untuk mempelopori Gerakan Peduli Rashdil Qiblah (GPRQ) kedua untuk melanjutkn sukses GPRQ pertama 28 Mei lalu.
Perbedaan waktu rashdil qiblah antara Jakarta dan daerah lainnya di Indonesia tidak terlampau jauh, berbeda dengan waktu salat. “Paling-paling berbeda 1 sampai 2 menit saja. Silakan dilihat di kalender setempat atau menghubungi ahli falak setempat,” kata Ghazali.
Mengingat waktu rashdil qiblah ini sangat singkat, sekitar 1 menit saja, Lajnah Falakiyah mengimbau pihak-pihak yang ingin mengoreksi arah kiblat untuk mempersiapkan lebih awal, misalnya dengan memasang benda tegak lurus disamping masjid yang memungkinkan terkena sinar matahari pada waktu terjadinya rashdil qiblah atau lihat grafis di halaman

 

 
%d blogger menyukai ini: