Tigor Abadi Pijarkan Matahari

Melangkah Untuk Mencari Arti Kehidupan Yang Sebenarnya

Negeri Di Awan Katon Bagaskara 24 Agustus 2010

Filed under: Lirik Lagu Kla Project — Tigor Abadi Pijarkan Matahari @ 6:24 PM

Di bayang wajahmu
Kutemukan kasih dan hidup
Yang lama lelah aku cari
Dimasa lalu

Kau datang padaku
Kau tawarkan hati nan lugu
Selalu mencoba mengerti
Hasrat dalam diri

Kau mainkan untukku
Sebuah lagu tentang negeri di awan
Dimana kedamaian menjadi istananya
Dan kini tengah kaubawa
Aku menuju kesana

Ternyata hatimu
Penuh dengan bahasa kasih
Yang terungkapkan dengan pasti
Dalam suka dan sedih

 

Kidung Mesra KLA Project

Filed under: Lirik Lagu Kla Project — Tigor Abadi Pijarkan Matahari @ 6:21 PM

Kutulis sebaris kata
walau sederhana
Tertuju bagimu, Nona
yang mengusik jiwa

*Senyummu bunga…musim cerah
Matamu surya…memancar ramah

Ingin selami samudra hatimu
temukan mutiara tiada tara
Lalu terlena rebah didasarnya

Ingin masuki puri di hatimu
hangatkan ruangnya dengan cinta
Dalam irama kita berdansa
dan terbuai
kidung mesra
milik kita

Kususun serangkai nada
walaupun biasa
Terlantun bagimu, Nona
yang menyentuh jiwa

 

Kla Project – Prahara

Filed under: Lirik Lagu Kla Project — Tigor Abadi Pijarkan Matahari @ 6:14 PM

Kulihat matamu berkaca
Mengingat berat beban kita
Dan mendung, selimuti paras
Batinku dirundung ragu dan cemas

Cerita dua manusia
Diterjang prahara, mencoba upaya

Mungkin dulu kita tergesa
Menyatukan langkah
Tak sadar rasa berbeda
Dalam tentukan arah

Harapku jangan dulu berpisah
Kenanglah saat cinta merekah
Pintaku jangan dulu menyerah
Sebelum sesal nanti terlambat sudah
Bisik nurani

 

Satu Kayuh Berdua – KLA Project

Filed under: Lirik Lagu Kla Project — Tigor Abadi Pijarkan Matahari @ 6:08 PM
Ingin kukirim bunga, yang pantas kau terima

Atau tuliskan lagu, s’kedar menuang rindu

Apa saja ku mampu, asal itu buatmu

Kuharap engkau suka, beri kecil binar mata

Ingin dengar candamu, di telepon bicara

Pastinya kau tersipu, waktu ku merayumu

Apa saja ku mau, ‘tuk meraih hatimu

Kuharap mengkau suka, beri kecil binar mata, melekat erat di jiwa

Sudikah naik ikut perahuku

Berkain layar cinta

Arungi warna-warni gelombang dunia

Satu kayuh berdua

‘Tuk sampai di sana …

Apa saja ku mampu, ‘tuk meraih hatimu

Kuharap engkau suka, beri kecil binar mata

Melekat erat di jiwa

Sudikah naik ikut perahuku

Berkain layar cinta

Arungi warna-warni gelombang dunia

Satu kayuh berdua

‘Tuk sampai di sana …

Kau turut serta …

Sudikah naik ikut perahuku

Berkain layar cinta

Arungi warna-warni gelombang dunia

Satu kayuh berdua

 

Kla Project > Yogyakarta

Filed under: Lirik Lagu Kla Project — Tigor Abadi Pijarkan Matahari @ 6:04 PM

Pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu, tiap sudut menyapaku bersahabat penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgi saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama suasana Jogja

Di persimpangan, langkahku terhenti
Ramai kaki lima menjajakan sajian khas berselera, orang duduk bersila
Musisi jalanan mulai beraksi seiring laraku kehilanganmu
Merintih sendiri, di tengah deru kotamu

(Walau kini kau t’lah tiada tak kembali) Oh…
(Namun kotamu hadirkan senyummu abadi)
(Izinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi)
(Bila hati mulai sepi tanpa terobati) Oh… Tak terobati

Musisi jalanan mulai beraksi, oh…
Merintih sendiri, di tengah deru, hey…

Walau kini kau t’lah tiada tak kembali
Namun kotamu hadirkan senyummu abadi
Izinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi (untuk s’lalu pulang lagi)
Bila hati mulai sepi tanpa terobati, oh…

(Walau kini kau t’lah tiada tak kembali) Tak kembali…
(Namun kotamu hadirkan senyummu abadi) Namun kotamu hadirkan senyummu yang, yang abadi
(Izinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi) Izinkanlah untuk s’lalu, selalu pulang lagi
(Bila hati mulai sepi tanpa terobati) Bila hati mulai sepi tanpa terobati

Walau kini engkau telah tiada (tak kembali) tak kembali
Namun kotamu hadirkan senyummu (abadi)
Senyummu abadi, abadi…

 

Tak Bisa Ke Lain hati (KLA Project) 23 Februari 2010

Filed under: Lirik Lagu Kla Project — Tigor Abadi Pijarkan Matahari @ 11:17 AM

Bulan merah jambu luruh di kotamu
Kuayun sendiri langkah langkah sepi
Menikmati angin menabur daun daun
Mencari kembaranmu di waktu lalu

Sisi ruang batinku hampa rindukan pagi
Tercipta nelangsa merenggut sukma
Terwujud keinginan yang tak pernah terwujud
Aku tak bisa pindah, pindah ke lain hati

Begitu lelah sudah kuharus menepi
Hidup telah ditambatkan berlabuh dipantaimu

Sisi ruang batinku hampa rindukan pagi
Tercipta nelangsa merenggut sukma
Terwujud keinginan yang tak pernah terwujud
Aku tak bisa pindah, pindah ke lain hati
Pindah ke lain hati
Pindah ke lain hati

Sungguh kuakui tak bisa ke lain hati
Sungguh kuakui tak bisa ke lain hati
Sungguh kuakui tak bisa ke lain hati

Mengingatmu mengenangmu
Menggapai paras wajahmu
Sendiri

Sisi ruang batinku hampa rindukan pagi
Tercipta nelangsa merenggut sukma
Terwujud keinginan yang tak pernah terwujud
Aku tak bisa pindah, pindah ke lain hati
Pindah ke lain hati
Pindah ke lain hati
Pindah ke lain hati

Sungguh kuakui tak bisa ke lain hati
Sungguh kuakui tak bisa ke lain hati
Sungguh kuakui tak bisa ke lain hati
Sungguh kuakui tak bisa ke lain hati

 

Terpurukku DiSini (Kla Project) 9 Februari 2010

Filed under: Lirik Lagu Kla Project — Tigor Abadi Pijarkan Matahari @ 10:47 AM

Setetes embun di daun, lamban bergulir
Ketika jatuh ke tanah, terserap musnah
Begitu pun hatiku, diayun bimbang jawabmu
Terhempas dan hampa … tak terkira

Mentari tersaput mega, enggan bersinar
Menusuk angin ke raga, jiwa gemetar
Terpuruk ku di sini, dipeluk bimbang sikapmu
Membeku dan sara … tak terkira

Adalah kau tuangkan cinta
Ke dalam tungku yang tengah panas menyala
Adalah kau padamkan bara
Tatkala hangat mulai membuai jiwa …

Terhempas bimbang sikapmu
Terpuruk ku di sini
Dipelukan bimbang jawabmu
Membeku dan sara … tak terkira …

Adalah kau tuangkan cinta
Ke dalam tungku yang tengah panas menyala
Adalah kau padamkan bara
Tatkala hangat mulai membuai jiwa … .

Terhempas bimbang sikapmu
Menggigil palung hati, dipelukan bimbang jawabmu
Terpuruk ku di sini, dihempas bimbang sikapmu
Membeku dan sara … tak terkira …

 

 
%d blogger menyukai ini: