Tigor Abadi Pijarkan Matahari

Melangkah Untuk Mencari Arti Kehidupan Yang Sebenarnya

Spelling Alphabetic Internasiol 23 Februari 2011

Filed under: Sebuah Pengetahuan — Tigor Abadi Pijarkan Matahari @ 5:01 PM

A : Alpha
B : Bravo
C : Charlie
D : Delta
E : Echo
F : Foxtrot (ada juga yang menggunakan “Fanta”)
G : Gulf (ada juga yg menggunakan :”Golf”)
H ; Hotel
I : India
J : Juliet
K : Kilo
L : Lima
M : Mike, ada juga yg menggunakan “Mama”
N : November
O : Oscar
P : Papa
Q : Quebec, ada juga yg menggunakan “Query”
R : Romeo
S : Sierra, ada juga di Indonesia yg menggunakan “Semarang”
T : Tango
U : Uniform
V : Victor, Victory
W : Whisky
X : X-Ray
Y : Yankee
Z : Zulu

Iklan
 

Hidup Itu Motif 19 Februari 2011

Filed under: Sebuah Kata Tigor Abadi Pijarkan Matahari — Tigor Abadi Pijarkan Matahari @ 10:36 PM
  • Berlari Mengais Segumpal Kepastian
  • Menggenggam Cahaya yang Menggumpal
  • Menyimpan Kegelisahan didalam kegembiraan
  • Menangkap Tetesan Air KegemBiraan

 

  • Menghemat energi DiĀ  Setiap tapakkan kaki
  • Awali Langkah Dengan tapakan Kaki yang indah
  • Setiap Detik Hal KemarinĀ  Mulai Berlalu
  • Mengikuti Kemana Tapak kaki Ingin Menapak

 

  • Selalu ingin Mengedepankan Setiap Kemauan
  • panas Seakan tak terasa dimana Keinginan Ingin Terwujud
  • Menambah Kekuatan Untuk Kaki tetap Berdiri
  • Mengusap Sebuah Kegagalan yang Melewati

 

 

Pijarkan Langkah Kemampuan 18 Februari 2011

Filed under: Sebuah Kata Tigor Abadi Pijarkan Matahari — Tigor Abadi Pijarkan Matahari @ 11:05 PM

bukan sebuah kepalsuan

bukan pula sebuah keindahan

tapi hanyalah sebuah kenyataan

yang membuat hati jadi terpencil

 

sesuatu ingin kita penuhi

seksama mengalun sebuah kepastian

ungkapan kemauan yang mendasar

dilandasi dengan seni keyakinan sendiri

 

pembuatan sebuah keyakinan tinggi

hanya alunan langkah yang terdengar

mencakup indahnya kegembiraan

hanya itu yang dapat didorong

 

‘ Begitu Yakin ‘ 9 Februari 2011

Filed under: Sebuah Kata Tigor Abadi Pijarkan Matahari — Tigor Abadi Pijarkan Matahari @ 7:59 PM
suasana melamunkan sebuah kesepakatan
dengan adanya keindahan yang tidak bisa kita pahami
memungkinkan suasana akan menjadi utuh
tercipta sebuah kepercayaan yang tidak bisa terhapus

teringat akan sebuah suasana yang mungkin teringat

memeluk harapan yang kian menipis

melangkahkan tujuan dengan alunan kegembiraan

membanjiri suasana dengan keindahan hidup


 

KELUH BENGAWAN SOLO 4 Januari 2011

Filed under: Sebuah Kisah — Tigor Abadi Pijarkan Matahari @ 2:00 PM

Aku durung ngalah tur aku ora pengin ngalahake

nanging yen uwes tekan titi wancine

aku mung njaluk ngapuro

menowo enek leng keseret , kenter utowo klelep katut kebanjiran

Mergo ngalangi dalan kang tak lewati

MULAKMEN KUWI PODO TETEP WASPODO

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

 

Keinginan 9 September 2010

Filed under: Sebuah Kata Tigor Abadi Pijarkan Matahari — Tigor Abadi Pijarkan Matahari @ 9:40 PM

Berlari Mengahadapi kepastian yang ada
Di renungkan Sebuah Penantian Yang mungkin Belum tentu Pasti
Di sela kegelisahan Menghampiri
Menghimpun Kekuatan Untuk terus Berdiri

Menggapai Sebuah Kegembiraan Yang Indah
Sehingga Memuai Pula Kepuasan untuk hidup
Dengan memeras Sebuah keadaan
Ingin terwujud apa yang di inginkan

Memeras kemampuan yang belum ada
tatkala bagai melunakkan Sebauh bebatuan
Merayap di sela – Sela Mentari
Hanya dengan Satu kata HARAPAN yang Di telusuri

 

Bagi Hawking, Dalil Ilmiah adalah “Tuhan” 6 September 2010

Filed under: Sebuah Pengetahuan — Tigor Abadi Pijarkan Matahari @ 1:32 AM

Teori fisikawan terkemuka, Stephen Hawking, bahwa Tuhan tidak ada sangkut pautnya dengan penciptaan alam semesta telah mengundang reaksi keras dari kaum rohaniwan di Inggris. Menurut mereka, teori Hawking itu tidak bisa diterima sebagai kebenaran apalagi sampai mengusik keimanan orang lain.

Kepala Gereja Kristen Anglikan, Rowan Williams, tidak bisa menerima argumen Hawking bahwa alam semesta bisa tercipta tanpa campur tangan Tuhan. Menurut Williams, manusia sejak dahulu percaya bahwa Tuhan menciptakan semesta.

“Percaya kepada Tuhan bukan sekadar mengisi kekosongan dalam menjelaskan bagaimana suatu hal terkait dengan hal lain di dalam alam semesta,” kata Williams dalam majalah “Eureka” terbitan harian The Times.

“Kepercayaan itulah yang menjelaskan bahwa ada suatu unsur yang pintar dan hidup dimana segala sesuatu pada akhirnya bergantung pada keberadaannya,” lanjut Williams yang komentarnya juga dikutip laman harian The Telegraph, Jumat 3 September 2010.

“Ilmu fisika dengan sendirinya tidak akan menjawab pertanyaan mengapa ada ketimbang tiada,” lanjut Williams. Dia mengritik pernyataan Hawking bahwa,”Karena ada hukum seperti gravitasi, alam semesta bisa dan akan tercipta sendiri.”

Williams pun tidak habis pikir dengan pernyataan ilmuwan berusia 68 tahun itu bahwa “Kreasi yang spontan merupakan alasan mengapa ada ketimbang tiada, mengapa alam semesta ada, mengapa kita ada.”

Selain Williams, kritik juga muncul dari pemuka agama lain, seperti Pemimpin Gereja Katolik Roma di Inggris, Lord Sacks, dan Ibrahim Mogra, Ketua Dewan Muslim Inggris. Kepada The Times, Lord Sacks menilai bahwa ilmu pengetahuan merupakan suatu penjelasan, sedangkan agama adalah menyangkut tafsiran.

Melalui buku barunya yang akan terbit 9 September mendatang, “The Grand Design,” Hawking mementahkan keyakinan Isaac Newton – dan juga pandangan Hawking sendiri – bahwa jagat raya termasuk Bumi terbentuk akibat campur tangan ilahi.

Dalam ringkasan buku yang pertama kali diterbitkan harian Inggris, The Times, Hawking menantang teori Newton bahwa alam semesta pastinya didesain oleh Tuhan karena tidak mungkin muncul dari fenomena chaos. Buku terbaru itu ditulis Hawking bersama fisikawan Amerika, Leonard Mlodinow.

Bukan kali ini saja Hawking mengesampingkan konsep Tuhan dalam mengemukakan teorinya. Dalam wawancara dengan stasiun televisi Inggris, Channel 4, Juni lalu, Hawking mengaku tidak percaya bahwa ada Tuhan secara “personal.”

“Pertanyaannya adalah, apakah demikian caranya alam semesta mulai dipilih oleh Tuhan bagi alasan-alasan yang kita tidak bisa pahami, atau apakah itu ditentukan oleh suatu dalil ilmiah?” Saya percaya yang kedua,” kata Hawking saat itu dalam program acara “Genius of Britain.”

“Bila kalian mau, kalian bisa menyebut dalil-dalil ilmiah itu ‘Tuhan.’ Namun bukan seperti suatu Tuhan yang personal yang bisa kalian temui dan kalian tanya,” lanjut Hawking.

 

 
%d blogger menyukai ini: