Tigor Abadi Pijarkan Matahari

Melangkah Untuk Mencari Arti Kehidupan Yang Sebenarnya

KELUH BENGAWAN SOLO 4 Januari 2011

Filed under: Sebuah Kisah — Tigor Abadi Pijarkan Matahari @ 2:00 PM

Aku durung ngalah tur aku ora pengin ngalahake

nanging yen uwes tekan titi wancine

aku mung njaluk ngapuro

menowo enek leng keseret , kenter utowo klelep katut kebanjiran

Mergo ngalangi dalan kang tak lewati

MULAKMEN KUWI PODO TETEP WASPODO

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Iklan
 

Indahnya Saling Peduli dan Kebersamaan di Bantaran Sungai Bengawan Solo 17 Februari 2010

Filed under: Sebuah Kisah — Tigor Abadi Pijarkan Matahari @ 5:26 PM

Pagi itu matahari engan bersinar, langit redup di selimuti mendung yang sangat tebal. hingga tiba guyuran hujan yang sangat deras. membasahi sebuah kampung kecil yang ada di sebuah bantaran sungai bengawan solo. sore hari pun hujan belum reda padahal hujan sudah berlangsung sejak siang hari.Hingga menjelang malam Hujan Pun belum berhenti.  beberapa  warga  di salah satu rumah  penduduk untuk mengawasi debet air  sungai bengawan solo Sampai larut malam . Setelah menunggu debet air  bengawan solo ternyata debet air meningkatnya tidak banyak. kemudian mereka memutuskan untuk beristirahat. Mereka pulang  kerumah masing~masing untuk beristirahat.

Tak lama kemudian di Sela mereka  tidur ada seorang Ibu terjaga dan kelaur dari rumah Untuk Buang air kecil Karena kamar  mandinya di  luar  rumah.  dia kaget setelah menginjak kan kakinya  keluar  rumah terasa dingin dan dan basah. Ternyata air sungai bengawan solo meluap di saat mereka tertidur lelap. tanpa pikir  panjang si ibu membangunkan seisi  rumah untuk megangkat perkakasnya  ke tanggul yang tepat berada di depan rumahnya  kemudian salah satu warga membangunkan seisi kampung dengan memukul kenthongan pertanda banjir. Warga mulai terbangun dan berbondong-bondong menyelamatkan barang -barang untuk di bawa ke atas  tanggul.  Tapi air  trus  megucur  sangat  deras  dan  barang-barang  warga  pun banyak  yang  gak sempat  untuk di selamatkan karena debet air  meningkat begitu sangat  cepat . Warga saling membantu dengan mengangkat barang-barang milik tetangga dan sebagia  lagi membuat  tenda dia tas  tanggul untuk  berteduh karena keadaan masih hujan. balita -balita tergeletak diatas tikar  di mana keadan jalan tanggul yang sangat basah yang memungkinkan balita bisa sakit.

Semua warga sudah  berada di atas  tanggul untuk menanti airnya surut tapi airnya malah terus  bertambah dan hampir meluap diatas tanggul. Tapi di dalam bencana in i sebelum bantuan datang . Semua warga  masih memperdulikan orang yang ada di sekirnya . Mereka saling menutup kekurangan dengan saling meberikan makanan, selimut, ataupun obat`obatan kepada yang membutuhkan. Karena mengingat kebersamaan dan saling peduli.

 

Jagong 11 Februari 2010

Filed under: Sebuah Kisah — Tigor Abadi Pijarkan Matahari @ 10:01 AM

Hari Minggu  yang cerah, saatnya  orang`orang bersantai, tapi tidak untuk bapak ini dihari minggu  ini dia harus bangun pagi, karena harus menghadir pesta peSrnikahan salah satu Putri rekan kerjanya. Dia bangun pagi langsung mengambil handuk dan menghampiri kamar mandi untuk bersihkan diri. Dengan baju batik dan celana bahan tampak gagah sang pria tersebut. Dengan memakai kaca mata tuanya dia beranjak menunggangi sepeda motor untuk berangkat ke Pesta pernikahan putri rekan kerjan. dia mulai mengendarai sepeda motornya. Tiba di jalan ada banyak Kerumunan kendaraan dan beberapa  Polisi dan ternyata Rasia Polisi lalu Lintas. Tapi sang bapak masih tenang karena dia Merasa Sudah lengkap Surat~surat.  dia berjalan dan salah satu Polisi memeriksa surat~surat kendaraan motor tersebut tapi ternyata Plat Nomor bapak tersebut gak ada , sang bapakpun kaget dan gak tau di  mana plat nomornya jatuh atau  kemana.. akhirnya di tilang juga itu  bapak Kena denda . dia bingung mau bayar pake apa padahal uangnya tinggal yang ada di dalam apmlop untuk Nyumbang(jawa) pada pesta pernikahan tersebut . apa daya bapak tersebut menyobek amplop tersebut dan membayar  denda tilang tersebut . Bapak akhirnya pulang dan Gak jadi pergi Ke pesta

(….Kasihan banget  itu  bapak…..)

 

Mantan Murid Pak Guru 10 Februari 2010

Filed under: Sebuah Kisah — Tigor Abadi Pijarkan Matahari @ 12:49 PM

Panas matahari menyengat masuk di pori~pori baju seorang bapak setengah baya yang berkendara sepeda motor dalam perjalan pulang dari sebuah tempat dia mengajar.   Di dalam perjalan pulang dia terhenti pada sebuah  lampu merah.  di  berhenti sambil menanti lampu merah menjadi hijau. Tiba tiba di datang”i  seorang cewek.. dan cewek  itu Berkata ,” bapak Ayo Ngamar”.  sambil memegang pundak si pria. Sang bapak setengah baya tersebut menoleh sambil membuka kaca penutup helm dan dia bilang ” ada apa”?, karena sang bapak  memakai helm jadi gak terlalu dengar. Setelah bapak itu menolehkan mukanya sang cewek itu kaget dan berkata dengan spontan~”Bapak……”. Ternyata bapak tersebut adalah bekas gurunya di waktu SLTP.   Sang bapak Juga kaget dan Bilng ” Loh kamu to”. Bapak tersebut membelokkan Motornya menuju  kearah pinggiran jalan dan memanggil sang cewek tersebut. dan di tanya ” kenapa kamu  bekerja seperti ini”. Sang cewek menjawab dengan menangis bahwa dia bekerja begini karena  untuk menghidupi dirinya dan ketiga anaknya karena ditinggal suaminya. Sang bapak menggeleng-nggelengkan kepala dan dia menyuruh sang cewek bekas muridnya tersebut untuk berhenti dari pekerjaan yang hina tersebut dan sang bapak berjanji akan mencarikan pekerjaan yang pantas.



 

INJAKAN KAKI DIATAS KEPALA 9 Februari 2010

Filed under: Sebuah Kisah — Tigor Abadi Pijarkan Matahari @ 10:02 AM

‘Bagaimana perasaan kita jika kepala kita ada yang menginjak? apakah kita berhak untuk marah?’ Begitulah yang dirasakan pemuda itu. Insiden terjadi disaat dirinya tengah mengerjakan sholat. Ketika ditengah khusyuknya dia bersujud, tiba-tiba dikejutkan dengan sebuah kaki yang menginjak kepalanya. Awalnya pemuda itu marah, begitu bangun dari sujudnya seolah tersadar apa yang sebenarnya terjadi, ternyata yang menginjak kepala adalah seorang kakek yang tua renta. Lantas berkali-kali pemuda itu beristighfar hampir saja dirinya mencengkram krah baju sang kakek tua.

Air matanya terus mengalir, ditengah kegalauannya hidup, hendak memohon pertolongan kepada Allah SWT yang terjadi malah sebuah kejadian yang menyakitkan dirinya. ‘Apakah sebenarnya yang terjadi?’ ucap pemuda itu. ‘Apakah ini sebuah jawaban dari Allah? Sungguh betapa hinanya aku bila tidak memahami betapa kecilnya diriku dan betapa Maha Besarnya Engkau Ya Allah.’ tuturnya dalam hati. Pemuda itu raut wajahnya berubah. Amarahnya berubah menjadi senyuman. Injakan kaki sang kakek tua itu telah menyadarkan atas kesombongan yang ada pada dirinnya. pemuda itu telah menemukan makna sujud dari peristiwa itu. Masalah hidup yang telah membuat hatinya galaupun berlalu begitu saja. Pemuda itu menyelesaikan sholat dengan hati penuh riang dan gembira. Kegembiraan itu juga dirasakan seluruh keluarganya.

Sang Khaliq selalu hadir dengan cara yang dipahami maupun yang tidak bisa dipahami oleh kita. Allah SWT Yang Maha Besar hadir dengan cara yang tidak terbatas. Kewajiban kita adalah selalu merasakan kehadiranNya dibalik setiap peristiwa. Ada kehadiranNya dibalik nikmat, Ada kehadiranNya dibalik kesusahan ataupun sakit. Ada kehadiranNya dibalik senyuman dan ada juga kehadiranNya dibalik ‘injakan kaki’ diatas kepala kita. Dia Yang Maha Agung juga hadir dalam keindahan lautan, dalam hutan nan hujau, maupun dalam setiap peristiwa besar yang kita alami sekarang ini.

Apakah kita menyadari bahwa sebuah ‘injakan kaki dikepala kita’ agar kita merasakan kehadiran-Nya?

————–
‘Sesungguhnya kami hanyalah milik Allah dan sesungguhnya hanya kepadaNyalah kita akan dikembalikan. “Ya Allah, berilah kami pahala dalam musibah ini dan berilah kepada kami gantinya dengan yang lebih baik daripadanya.’ (HR. Muslim).

 

Mengapa Seorang Wanita Menangis

Filed under: Sebuah Kisah — Tigor Abadi Pijarkan Matahari @ 2:07 AM

“ketika Allah menciptakan wanita maka Dia menciptakan makhluk yang sangat spsesial”

Allah menciptakan makhluk ini lengkap dengan dua bahu yang sangat kuat untuk memikul semua beban dunia namun dengan lengan yang lembut untuk memluk anak-anaknya.

Allah karuniai makhluk ini kekuatan batiniah yang luar biasa demi mengagungkan pedihnya melahirkan anak yang kemudian akan meninggalkan dan mengabaikannya.

Allah berikan makhluk ini ketegaran yang memungkinkannya terus bertahan dan berjuang ketika semua orang lain sudah berputus asa demi merawat seluruh keluarganya di saat sakit dan lelah tanpa menngeluh.

Allah hiasi makhluk ini dengan kepekaam untuk mencintai anak-anaknya dalam semua keadaan bahkan saat si anak menyakiti hatinya.

Allah lengkapi makhluk perempuan ini kekuatan untuk menerima suaminya dengan segala kekuranagn dan kelemahannya.

Allah ciptakan makhluk ini dari tulang rusuk laki-laki demi melindungi hati si laki-laki.

Allah karuniai dia kebijaksanaan sehingga mengetahui bahwa seorang suami yang baik tidak pernah menyakiti istrinya tetapi sering menguji kekuatan dan keteguhan hati sang istri dalam mendampinginya.

Akhirnya, Allah karuniai wanita dengan air mata untuk dipakainya setiap saat dia membutuhkan. Dia tidak perlu alasan, penjelasan untuk menggunnakannya karena air mata adalah miliknya.

Kecantikan seorang wanita tidak terletak pada pakaian yang dikenakannya, tidak pada wajahnya atau sisiran rambutnya. Kecantikan seorang perempuan ada pada matanya karena itulah pintu menuju hatinya – tempat cinta bersemayam –

 

Si Putih Kuning Yang Mulus 8 Februari 2010

Filed under: Sebuah Kisah — Tigor Abadi Pijarkan Matahari @ 3:12 PM

Kata orang kau peranakan Cina Kulitmu putih mulus Kau tinggal di ruko sebelah kostku Suatu malam kugoda papimu yang mata duitan…lalu kuberi beberapa lembar ribuan…dan terjadilah tawar menawar papimu setuju…aku heran murah benar hargamu
Kubawa kau ke kamar kostku…lalu kubaringkan di atas ranjang. Kau..diam saja tak menolak…? Kubuka gaun kuningmu…kau diam Kuelus putih kulitmu… Bau wangi kulitmu terendus hidungku Kuhisap setiap inci kulitmu… Dan… Aku merasa berdosa sebab ini adalah pengalaman pertamaku… Kulihat kau tetap berbaring lemah…… Aah aku mendesah… Nikmatnya… Mengisap
DJI SAM SOE

 

 
%d blogger menyukai ini: