Tigor Abadi Pijarkan Matahari

Melangkah Untuk Mencari Arti Kehidupan Yang Sebenarnya

Penyebab Cuaca Jakarta Panas Akhir-akhir Ini 27 April 2010

Filed under: Kabar Berita — Tigor Abadi Pijarkan Matahari @ 2:45 PM

Cuaca Jakarta dan sekitarnya sangat menyengat beberapa hari terakhir ini. Bahkan angin pun seakan enggan berhembus. Betulkah penyebabnya karena kenaikan temperatur panas bumi menyusul foto letupan sunspot matahari yang dilansir NASA baru-baru ini?

Kepala Sub Bidang Peringatan Dini Cuaca Ekstrim BMKG Kukuh Ribudiyanto menepisnya. Dia mengatakan sebetulnya tidak ada hal yang ekstrim dalam beberapa hari belakangan ini. Cuaca panas yang menyengat kulit lebih disebabkan masa transisi menuju musim kemarau.

“Sebenarnya normal-normal saja. Biasanya kan ada awan kemudian turun hujan, sekarang mulai jarang sehingga radiasi matahari terasa di kulit kita,” kata Kukuh saat dihubungi VIVAnews, Selasa kemarin.

Data yang dihimpun BMKG, cuaca terpanas terjadi Senin 26 April 2010 di wilayah Cengkareng. Itu pun hanya 35,4 derajat celcius, tidak sampai menyentuh 37-38 derajat. “Itu yang paling tinggi. Jadi intinya normal saja, hanya terkait mau masuk ke musim kemarau sehingga awan-awan sudah jarang,” kata dia.

Sebab jika dilihat dari posisi matahari, sebetulnya matahari ada di wilayah utara Khatulistiwa, tepatnya di lintang 23,5. Posisi ini tepat di atas Thailand.

Diakui Kukuh, memang ada saat-saat tertentu posisi bumi sangat dekat dengan matahari. “Kalau di Jawa akan terjadi nanti bulan Oktober, ini sifatnya tahunan. Yang terjadi sekarang ini karena tidak ada awan, banyak radiasi dan terjadi penguapan. Udara menjadi lembab sehingga terasa lebih panas walaupun data termometer menunjukkan cuma 33 derajat,” katanya.

Kukuh mengatakan, saat ini cuaca di Jakarta berkisar 23-34 derajat celcius. Jauh lebih rendah dari kondisi beberapa waktu lalu yang sempat menyentuh 37 derajat celcius. “Tapi waktu itu banyak angin, jadi tidak terlalu terasa panas. Beda dengan sekarang, radiasi tidak ada halangan karena tidak ada awan, kemungkinan juga tidak ada angin,” kata dia.

Meski begitu Kukuh tidak menepis perubahan lingkungan juga mulai mempengaruhi kondisi cuaca, baik lokal maupun global. “Sekarang kan banyak peruntukan lahan yang berubah, dari lahan hijau menjadi perumahan,” kata dia

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s