Tigor Abadi Pijarkan Matahari

Melangkah Untuk Mencari Arti Kehidupan Yang Sebenarnya

Pelindo akan Bangun Terowongan ke Makam Mbah Priok 16 April 2010

Filed under: Kabar Berita — Tigor Abadi Pijarkan Matahari @ 2:39 AM


PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II bersedia untuk tidak memindahkan makam Mbah Priok yang berada di Jalan Dobo, Koja, Jakarta Utara. Tidak hanya itu, salah satu BUMN tersebut juga bersedia membangun terowongan bawah tanah yang berfungsi untuk memudahkan peziarah yang mengunjungi makam tanpa terganggu kegiatan bongkar muat peti kemas.

Rencananya terowongan sepanjang 400 meter itu akan dibangun mulai dari Jalan Jampea menuju makam Mbah Priok. Ditargetkan, pengerjaannya akan rampung pada tahun ini. Sedangkan biaya pembangunan sepenuhnya ditanggung PT Pelindo II.

Direktur Utama (Dirut) PT Pelindo II, R.J. Lino mengatakan, pembangunan terowongan bawah tanah ditujukan untuk memberikan akses kepada peziarah yang akan ke makam keramat tersebut. Dengan pembangunan itu, maka rencana pendopo, majelis, dan gapura di sekitar makam Mbah Priok akan dipindahkan ke sisi selatan makam. Pemindahan ini agar tidak mengganggu jalur masuk menuju terminal peti kemas. Sebab posisi jalan masuk terminal harus sesuai dengan standar terminal peti kemas secara internasional.

Biaya pembangunan proyek tersebut diprediksi akan menghabiskan dana Rp 1 miliar dan harus selesai sebelum akhir tahum 2010. “Pokoknya Pelindo mampu untuk membiayai pembangunan jalan itu,” kata Lino usai pertemuan mediasi antara PT Pelindo, ahli waris, anggota DPD AM Fatwa, MUI, dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto di Balaikota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (15/4).

Untuk detail masterplannya, Lino menerangan akan segera disiapkan, termasuk juga rencana pengerjaan pembangunannya. Pembuatan master plan akan melibatkan ahli waris beserta pengacara, tokoh masyarakat, dan tokoh umat Islam di Jakarta Utara. Rencananya, pertemuan untuk membahas master plan itu akan diadakan di kantor Komnas HAM esok atau Jumat (16/4) pukul 14.00.

Lino melanjutkan, upaya pembangunan jalan bawah tanah itu dilakukan untuk pengembangan Pelabuhan Tanjung Priok yang dalam dua tahun ke depan jika kapasitasnya tidak diperluas maka akan penuh. Karena dalam pengembangan tersebut diperlukan lahan yang cukup luas. Jika tidak, maka diperkirakan kegiatan ekspor melalui terminal peti kemas itu tidak akan berjalan.

Sedangkan terkait kerugian akibat kerusuhan kemarin, diungkapkannya PT Pelindo II tidak mengalami kerugian yang cukup besar. Kerugian yang dialami perusahaan hanyalah kerusakan beberapa unit komputer yang dirusak massa. Diluar itu, kerugian materi yang lebih besar tidak ada sama sekali. Karena saat terjadi bentrokan, kegiatan bongkar muat di terminal peti kemas tetap berjalan.

“Hanya kegiatan bongkar muat shift kedua dan ketiga di terminal peti kemas Koja berhenti beroperasi. Namun hari ini sudah berjalan normal kembali. Secara total, gangguan terhadap perekonomian hampir tidak ada,” ujarnya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto menegaskan, hasil pertemuan mediasi diantaranya menghasilkan beberapa kesepakatan antara lain, makam tidak dipindah, kedua pendopo, majelis, dan gapura dipindahkan posisinya agar fungsi peti kemas bisa sesuai standar internasional.

Kuasa hukum ahli waris Yan Djuanda mengatakan, dari solusi yang dihasilkan diharapkan dituangkan dalam kesepakatan bersama yang ditulis secara resmi dan ditandatangani bersama. biar ada jaminan pelaksanaan kegiatan sehingga permasalahan tidak berlarut-larut. “Kami minta semua solusi itu dituangkan secara tertulis, sehingga kami bisa punya bukti kuat,” tandasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s