Tigor Abadi Pijarkan Matahari

Melangkah Untuk Mencari Arti Kehidupan Yang Sebenarnya

INJAKAN KAKI DIATAS KEPALA 9 Februari 2010

Filed under: Sebuah Kisah — Tigor Abadi Pijarkan Matahari @ 10:02 AM

‘Bagaimana perasaan kita jika kepala kita ada yang menginjak? apakah kita berhak untuk marah?’ Begitulah yang dirasakan pemuda itu. Insiden terjadi disaat dirinya tengah mengerjakan sholat. Ketika ditengah khusyuknya dia bersujud, tiba-tiba dikejutkan dengan sebuah kaki yang menginjak kepalanya. Awalnya pemuda itu marah, begitu bangun dari sujudnya seolah tersadar apa yang sebenarnya terjadi, ternyata yang menginjak kepala adalah seorang kakek yang tua renta. Lantas berkali-kali pemuda itu beristighfar hampir saja dirinya mencengkram krah baju sang kakek tua.

Air matanya terus mengalir, ditengah kegalauannya hidup, hendak memohon pertolongan kepada Allah SWT yang terjadi malah sebuah kejadian yang menyakitkan dirinya. ‘Apakah sebenarnya yang terjadi?’ ucap pemuda itu. ‘Apakah ini sebuah jawaban dari Allah? Sungguh betapa hinanya aku bila tidak memahami betapa kecilnya diriku dan betapa Maha Besarnya Engkau Ya Allah.’ tuturnya dalam hati. Pemuda itu raut wajahnya berubah. Amarahnya berubah menjadi senyuman. Injakan kaki sang kakek tua itu telah menyadarkan atas kesombongan yang ada pada dirinnya. pemuda itu telah menemukan makna sujud dari peristiwa itu. Masalah hidup yang telah membuat hatinya galaupun berlalu begitu saja. Pemuda itu menyelesaikan sholat dengan hati penuh riang dan gembira. Kegembiraan itu juga dirasakan seluruh keluarganya.

Sang Khaliq selalu hadir dengan cara yang dipahami maupun yang tidak bisa dipahami oleh kita. Allah SWT Yang Maha Besar hadir dengan cara yang tidak terbatas. Kewajiban kita adalah selalu merasakan kehadiranNya dibalik setiap peristiwa. Ada kehadiranNya dibalik nikmat, Ada kehadiranNya dibalik kesusahan ataupun sakit. Ada kehadiranNya dibalik senyuman dan ada juga kehadiranNya dibalik ‘injakan kaki’ diatas kepala kita. Dia Yang Maha Agung juga hadir dalam keindahan lautan, dalam hutan nan hujau, maupun dalam setiap peristiwa besar yang kita alami sekarang ini.

Apakah kita menyadari bahwa sebuah ‘injakan kaki dikepala kita’ agar kita merasakan kehadiran-Nya?

————–
‘Sesungguhnya kami hanyalah milik Allah dan sesungguhnya hanya kepadaNyalah kita akan dikembalikan. “Ya Allah, berilah kami pahala dalam musibah ini dan berilah kepada kami gantinya dengan yang lebih baik daripadanya.’ (HR. Muslim).

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s